"During my lifetime I have dedicated myself to this struggle of the African people. I have fought against white domination, and I have fought against black domination. I have cherished the ideal of a democratic and free society in which all persons live together in harmony and with equal opportunities. It is an ideal which I hope to live for and to achieve. But if needs be, it is an ideal for which I am prepared to die."......,NELSON MANDELA

Friday, October 11, 2013


MENCARI PENULIS DARI PULAU KE PULAU


Penulis bukan kemampuan seperti jabatan yang pernah kita kenal seperti julukan "juru tulis". Bukan keahlian itu yang dicari. Melainkan penggugah dan penggugat pola pikir yang selama ini menjadi rujukan. Selain pilihan tema tulisan juga penyajian yang kian menantang agar semiotiknya lebih beragam dan lebih mewakili realitas bahkan melebihi realitas.


Pendek kata, saat ini sedang mempersiapkan majalah cetak yang bertemakan "manusia pulau" dan lingkungannya sedang mencari tulisan dari penulis-penulis diseluruh pelosok.

Baik berupa reportase, fiksi ataupun jurnalistik. Seluruh tulisan bermuat sekitar 750 kata. Bisa dialamatkan ke team redaksi daripulaukepulau@gmail.com.

Kami merindukan cerita dari sebrang.

Sampai jumpa

Monday, October 7, 2013

DIGITAL ERA & ELITIS, iPHONE DI KEHIDUPAN KITA

iPhone 5 S dan iPhone 5 C telah hadir di pasar (America). Apakah yang perlu kita simak pada fenomenology kegandrungan era digital ini merambah dalam kehidupan kita?Fisiknya tidak jauh dari pada iPhone 5 sebelumnya. Versi murah iPhone 5 C dikiritisi dengan harga US $ 400 an tidak cukup untuk di kategorikan "murah". Bodynya dari plastik keluar dengan aneka ragam. Sedang versi mewah iPhone 5 S dengan punggung bodynya kilau warna emas. Sebenarnya yang lebih hadir dri segi visual adalah kehadiran iOS 7, terutama pada mayoritas typology (Font) dengan menggunakan type Helvetica light. Berisikan prosesor dual-core, 64-bit A7 dua kali lebih cepat dari pada otak sebelumnya. Camera menghasilkan foto yang lebih 3 dimensi hasilnya. Design pada sisi fisik dan aplikasi memiliki kesatuan konsistensi yang sangat cantik. Selain sisi technology yang menjadi "leader" di dunia, Apple telah bisa menjual 9 juta iPhone (5 S dan 5 C) selama 3 hari. Sebelum penjualan iPhone 5S & 5C saham Apple disekitar US$ 460 untuk per saham, hari ini telah mencapai US $ 490.64 (http://appleinsider.com/). Observasi yang menarik adalah mesin yang bisa membuat Apple dengan strategy technology, masuk ke dalam dunia sehari hari kita. Hal ini tidak mungkin luput dari fondasi yang telah diletakan oleh Steve Job, untuk berada pada perangkat High Technolgoy yang merubah cara kita berkomunikasi dan cara kita hidup pada dunia sehari hari. Tantangannya bukan lagi pada design saja, tetapi kegunaan yang bisa memudahkan kehidupan kita. Seperti diagnose kesehatan jarak jauh dengan dokter kita. Kalau mengontrol pintu dan jendela-jendela kita dari jauh palikasi tersebut sudah lama ada di pasar. Seperti telah dibuktikan oleh Steve Job, tata niaga music berubah dengan adanya iTunes. Kemudian berakhirnya era PC menjadi iPad (tablet). Dunia usaha yang bisa memenfaatkan dengan adanya iPad adalah dunia media. Saat ini masih ber negosiasi untuk memperbanyak TV chanel agar bisa menjual abonement dengan menonton TV program yang kita suka, sekalipun sudah 1 bulan lalu ditayangkan.

Berapa besar perubahan kehidupan yang "memajukan" peradaban benar-benar berkat smartphone seperti iPhone? Seudah menjadi sebuah ritual marketing beberapa hari, minggu fenomena kehadiran produk Apple memenuhi "head lines" di media digital ataupun cetak di dunia. Secara angka iPhone menguasai 40% dari pasar "smartphone". Selain itu dikuasai pasar Android.


Ada beberapa strategy iPhone yang ditunggu oleh para investor di masa mendatang: pertama adalah system pembayaran yang bisa menggantikan kartu kredit, kedua adalah berintegrasi dengan TV online. Saat ini porsi entertainment melalui perangkat Apple sudah dipegang adalah ITunes dengan penjualan music. Satu langkah lagi mereka akan menwarkan abonemen program TV.


Sementara kita menunggu kecanggihan smartphone, kita sudah sangat ketergantungan dengan perangkat "smartphone" dan merubah kehidupan, paling tidak sudah merubah struktur pengambilan keputusan kita sehari hari.




Monday, April 1, 2013

MEMBANGUN RUMAH DENGAN PRINSIP HIJAU TIDAKLAH RUMIT.....TETAPI MEMBANGUN MENTALITAS ECOSOPHIE.....Bag I

Sebuah bangunan yang mengikuti prinsip ramah lingkungan memang salah satu langkah awal untuk setiap penghuni planet bisa memperbaiki keadaan CO2. Tidaklah terlalu rumit untuk dicapai. Tantangan yang berat adalah untuk sebuah kawasan bisa memberikan kehidupan yang nyaman untuk masa depan yang lestari. Baik dikawasan rural ataupun urban. 

Kita belum memperoleh gambaran yang jelas bagaimana pedesaan kita mulai kosong dan mengisi kawasan urban baru. Mesin produktivitas pertanian mulai ditinggalkan. Konsep kapitalis tahun 60 an dimana uang mengalir disatu tempat menarik perhatian, sebuah kawasan pedesaan menjadi "dessertic" keksosongan. Tentunya hal tersebut membuat dampak ekonomi jangka pendek yang mengiurkan adanya pertumbuhan, tetapi akan mahal sekali melihat dampak jangka panjangnya. Bukan saja membuat emisi gaz CO2 bertambah, bahan bakan bersubsidi membebani APBN tiba-tiba infrastruktur tidak memadahi ...dan seterusnya.

Pola perekonomian kota yang dijanjikan oleh pemodal-pemodal lebih cepat mencetak kemiskinan dari pada kemakmuran. Apalagi ditambah dengan korupsi yang menjadi pendemik. Kemiskinan yang dianalisa oleh para spesialist bukan saja akibat kapital tetapi bahkan system yang diciptakan agar para buruh tetap terjebak untuk tetap tunduk dalam tekanan, karena bila tidak menerima pekerjaan yang penuh tekanan maka kemiskinanlah yang menimpa.

Pembentukan kehidupan kolektif yang memberdayakan atau membebaskan diri dari sistem produksi kapital adalah salah satu pilihan juga agar tidak tertekan dan bahaya jatuh untuk miskin.

Kolektifitas dengan memiliki tujuan menangani produksi pangan kebutuhan sehari hari bisa menjadi langkah pertama yang memungkinkan bebas dari sistem produktifitas yang diciptakan oleh system pemodal.

Gagasan yang awalnya berupa imajinair bisa diartikan sebagai tapa "pembebasan" adalah, asalkan langkah tersebut mewujudkan realitas; menyelematkan air hujan untuk dimanfaatkan, membentuk koletifitas pengumpulan bibit lokal sebagai bank benih, dll. Perubahan sikap dengan adanya "kebudayaan" keberpihakaan terhadap bumi sangat luas tetapi membutuhkan hasil yang bisa jadi rujukan oleh kelompok atau koperasi. Membangun inisitif yang bertumpu pada produksi pangan adalah pengungkapan kebudayaan terhadap bumi yang berskala nasional akan bisa menggalang kekuatan perekonomian baru.

Friday, March 29, 2013

BERDEMOKRASI DI INDONESIA

Kekerasan yang melanda terakhir di negri ini memerlukan strategy "Rekonsialiasi National" jangka panjang.
Sejarah harus menjadi tumpuhan berpijak, mengesampingkan seluruh kepentingan politik yang berlaku. Teori "kesatuan" dalam sebuah bangsa sedang dipertanyakan.
Cepat merebut danmenyelamatkan generasi muda untuk tidak beraliansi dengan titik-titik sejarah bangsa yang bobrok.

Bukan saatnya menanti seorang pemimpin sebelum agenda penting ini bisa dipentaskan kedepan permukaan. Pesta demokrasi di Indonesia baru seputar pemilihan pemimpin. Inipun masi membutuhkan kejujuran, nilai konsultatif dengan rakyat yang berpihak, dll.

Para calon presiden untuk pemilihan tahun 2014 telah beredar di media masa, ada dua catatan penting; yang pertama menunujukan pola berkompetisi untuk berkuasa yang sangat dominan, kedua generasi calon pemimpin yang tidak muda. Dalam metodologi mendekati dengan rakyat, kecuali Jokowi, dimana diapun membutuhkan waktu untuk membuktikan dirinya mampu memimpin bangsa dan negara.

Rakyat memiliki kekuatan yang bulat dalam alur demokrasi ini, tetapi para pelaksanannya membutuhkan orang orang yang tangguh dan cemerlang.
 

©  THE ISLAND MAN