"During my lifetime I have dedicated myself to this struggle of the African people. I have fought against white domination, and I have fought against black domination. I have cherished the ideal of a democratic and free society in which all persons live together in harmony and with equal opportunities. It is an ideal which I hope to live for and to achieve. But if needs be, it is an ideal for which I am prepared to die."......,NELSON MANDELA
Showing posts with label Hak Asazi. Show all posts
Showing posts with label Hak Asazi. Show all posts

Friday, March 29, 2013

BERDEMOKRASI DI INDONESIA

Kekerasan yang melanda terakhir di negri ini memerlukan strategy "Rekonsialiasi National" jangka panjang.
Sejarah harus menjadi tumpuhan berpijak, mengesampingkan seluruh kepentingan politik yang berlaku. Teori "kesatuan" dalam sebuah bangsa sedang dipertanyakan.
Cepat merebut danmenyelamatkan generasi muda untuk tidak beraliansi dengan titik-titik sejarah bangsa yang bobrok.

Bukan saatnya menanti seorang pemimpin sebelum agenda penting ini bisa dipentaskan kedepan permukaan. Pesta demokrasi di Indonesia baru seputar pemilihan pemimpin. Inipun masi membutuhkan kejujuran, nilai konsultatif dengan rakyat yang berpihak, dll.

Para calon presiden untuk pemilihan tahun 2014 telah beredar di media masa, ada dua catatan penting; yang pertama menunujukan pola berkompetisi untuk berkuasa yang sangat dominan, kedua generasi calon pemimpin yang tidak muda. Dalam metodologi mendekati dengan rakyat, kecuali Jokowi, dimana diapun membutuhkan waktu untuk membuktikan dirinya mampu memimpin bangsa dan negara.

Rakyat memiliki kekuatan yang bulat dalam alur demokrasi ini, tetapi para pelaksanannya membutuhkan orang orang yang tangguh dan cemerlang.

Thursday, March 17, 2011

KOMUNITAS INTERNATIONAL BERSATU MENYINGKARKAN KHADAFI

Akhirnya koalisi international membuktikan bahwa rakyat yang tertindas memperoleh dukungan untuk membebaskan diri. Dewan Keamanan PBB akhirnya mengeluarkan keputusan untuk memperbolehkan Koalisi International mengambil segala sesuatu langkah untuk memproteksi penduduk sipil di Libya. Termasuk "Fly Zone", melarang Libya untuk menggunakan spatial untuk terbang, yang selama ini membunuh rakyat Libya.

Mengapa China, Rusia dan German melakukan abstensi pada sidang Dewan Keamanan PBB; secara geopolitik Rusia ingin citra dan tetap memiliki kemampuan untuk membuat keseimbangan atas dunia "Blok Barat". Sedang China perhitungan yang mendasar adalah kepentingan investasi atas sumber minyak Libya tetap menjadi acuan. Alasan yang tidak akan bisa masuk dalam perhitungan politik China adalah semua gerakan rakayat yang menentang "penguasa" tidak akan masuk dalam politik luar negri mereka. Pendek kata segala sesuatu yang menyuarakan "demokrasi" dengan cara (kekuatan) internationalism tidak mungkin didukung oleh China. Berhubung proses demokrasi China sangat berbeda sekali dengan yang dipromosikan dengan blok barat. Rusia sudah menyerukan untuk segera diterapkan ganjatan senjata.

Pemerintah German lebih mengutamakan analisa-analisa jangka panjang yang tidak cukup jelas buat German untuk mendukung voting Dewan Keamanan, walaupun German tidak memiliki kursi pada Dewan Keamanan. Tetapi, keraguan German lebih pada data realitas lapangan, siapa sebenarnya oposisi di Libya tersebut. Apakah "No Fly Zone" berarti bisa memberhentikan penyerangan warga sipil dari tentara Khadafi.

Sedikit sekali dunia International memahmi apa yang terjadi di Libya. Bagaimana Kolonel Khadafi memperoleh kekuasaan dan gayanya dia memerintah. Sedikit sekali berita tentang kekerasan yang dialami oelh warga sipil.

"No fly Zone" menjadi penyerangan kekuatan militaire Libya adalah kelanjutan atas interpretasi modern tentang 'Kedaulatan". Dari sejak penyerangan atas Irak, negara-negara barat memiliki agenda khusus atas definisi "Kedaulatan" sebuah negara.

Lembaran sejarah moderen akan terus memperoleh perhatian, berhubung definisi tentang Hak Asazi Manusia menjadi pemicu utama. Dikonteks geopolitic reservoir minyak di jangka panjang juga menjadi pemicu.

 

©  THE ISLAND MAN