Panggilan klub nasional dari Republik Indonesia memiliki julukan baru adalah Timnas ( Tim Nasional) dalam kelahiran sejarahnya dia pernah diberik julukan PSSI. Keberadaan nama Timnas memiliki perjalanan politik internal yang tersendiri. Hari ini, tanggal 16 Desember Timnas akan berhadapan dengan Filipina untuk menyelsaikan tugas nasionalnya menjadi pemenang di babak Semi-Final.
Beberapa rangkaian hadirnya Timnas ini dikehidupan bangsa tiba-tiba menjadi sorotan mediatik. Sekalipun telah mengalahkan Tahiland 2-1 dimana sebelumnya telah mengalahkan Laos 5-1.
Mengapa fenomena Timanas ini menjadi menarik perhatian bangsa hari ini. Coba kita bedah secara struktral:
Kontekstual
Diantara kejadian beberapa tahun terakhir ini baik dari malapetaka alam, baik Tsunami, Gempa, letusan gunung berapi dan banyak hal lain lagi yang telah melanda bangsa ini. Dilain pihak cuaca pertikaian politik dalam negri sama sekali tidak menyejukan kehidupan berbangsa. Baik mulai dari masalah korupsi hingga keberadaan Keistimewaan Jogyakarta yang akan mengurangi peranan Sultan pada pemerintahan modern. Diskusi para ahlipun mengingatkan agar tidak melupakan sejarah. Dilain pihak para ahli demkrasi juga menyuarakan agar kepimpinan itu lahir dari bawah dan terpilih langsung. Disinilah Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sedang menjalani "test and Proper", diuji baik dari kemampuan menjawab keunikan dan kesitimewaan dibawah UUD 45. Disamping tantangan mengatasi kehidupan sehari hari pada akhir tahun yang mendesak harga bahan pokok naik. Belum lagi masyarakat yang belum siap untuk dicabut keseluruhan subsidi.
Cermin dari Kerinduan Masyarakat
Sosiologue besar Nobert Elias pernah melakukan penelitian dimana penemuannya terhadap aktivitas "sport" adalah penyaluran "pelampiasan" atas kekerasan kolektif didalam masyarakat ke arah yang lebih kostruktif. Processus of of the Civilisation, dalam masyarakat Indonesia modern dimana sepak bola adalah salah satu bagian (composant) dari langkah Indonesia untuk tampil kepermukaan untuk diterima dalam masyarakat International.
Kemenangan dari Timnas adalah salah satu cermin kerinduan atas "pencapaian" keberhasilan. Walaupun belum mejadi pemenang akhir, tetapi prosesus "communion" kebersamaan, kesatuan (pemersatu) bangsa atas pencapaian keberhasilan yang demikian dirindukan. Lambang garuda yang menjadi "bagian" elemen penting dalam gelar pertandingan AFF Timnas. Nyanyian "garuda didadaku"...adalah lambang dari nasionalisme menjadi packaging modernitas, menyangkut lambang negara dan segala implikasi komersialnya. Harapan dan kerinduan rakyat atas kejayaan Indonesia demikian besar. Bisa kita lihat dari seluruh media masa yang meliput kehadiran penonton dari luar daerah yang bertekad berjuang untuk membeli tiket menonton di Senayan. Untuk sementara semua sedang membuat prediksi atas pertemuan Timnas dengan Filipina yang kedua kali nanti di hari Minggu.
Wednesday, December 15, 2010
Monday, November 29, 2010
KONFERENSI CANCUN, DEMIKIAN JAUH UNTUK BERUNDING HARUS MENGHASILKAN KESEPAKATAN
Demikian jauh untuk berunding memang harus menghasilkan kesepakatan. Sejak Kyoto protokol tahun 1992 cetak biru agar semua negara bisa menemukan kesepakatan untuk mengurangi emisi gas karbon, tetapi telah berkali kali mengalami kendala.
Khususnya dalam tingkat perundingan saat ini di Cancun, mewajibkan negara-negara maju untuk mengikat diri secara hukum. Sedang dua negara pembuang polusi terbesar yaitu China dan Amerika tidak mengikat diri secara hukum pada tingkat internasional. Melainkan mengeterapkan ketentuan yang mengurangai gas emisi secara nasional (volonter). Hal ini digaris bawahi oleh Jepang bahwa hal ini tidak adil. Pada cetak biru Protocol Kyoto hanya mewajibkan negara kaya dan maju yang harus mengurangi gas emisi karbon. Tetapi saat ini sudah meluas 194 negara,yang bernaung di PBB, dengan julukan UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Sedang Protokol Kyoto tersebut akan berakhir pada tahun 2012. Dimana kegelisahan atas rentannya pola-pola perundingan mendatang.
Hari ini hari Minggu tanggal 5 Desember, dimana hari terakhir untuk membuat kesimpulan perundingan. Delegasi-delegasi dari 194 negara menyerukan adanya "kompromi" agar perundingan yang demikian jauh jangkauannya baik dalam waktu dan jarak tidak dioraganisir secara sia-sia.
Khususnya dalam tingkat perundingan saat ini di Cancun, mewajibkan negara-negara maju untuk mengikat diri secara hukum. Sedang dua negara pembuang polusi terbesar yaitu China dan Amerika tidak mengikat diri secara hukum pada tingkat internasional. Melainkan mengeterapkan ketentuan yang mengurangai gas emisi secara nasional (volonter). Hal ini digaris bawahi oleh Jepang bahwa hal ini tidak adil. Pada cetak biru Protocol Kyoto hanya mewajibkan negara kaya dan maju yang harus mengurangi gas emisi karbon. Tetapi saat ini sudah meluas 194 negara,yang bernaung di PBB, dengan julukan UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Sedang Protokol Kyoto tersebut akan berakhir pada tahun 2012. Dimana kegelisahan atas rentannya pola-pola perundingan mendatang.
Hari ini hari Minggu tanggal 5 Desember, dimana hari terakhir untuk membuat kesimpulan perundingan. Delegasi-delegasi dari 194 negara menyerukan adanya "kompromi" agar perundingan yang demikian jauh jangkauannya baik dalam waktu dan jarak tidak dioraganisir secara sia-sia.
Saturday, November 27, 2010
BENARKAH INDONESIA MELIRIK DANA 1 MILYAR DOLLAR
Disinyalir oleh koran Guardian kalau Indonesia sedang mengincar dana 1 milyar dollar dari PBB untuk perbaikan kondisi hutan.
Dalam artikel tersebut telah mengutip pernyataan Greenpeace" bila Indonesia sedang mengklasifikasi sisa dari lahan hutannya dalam kategori areal hutan yang "degradasi". Sehingga bisa ditanami, dengan demikian bisa memperoleh dana bantuan penghijauan PBB.
Tetap dalam artikel tersebut yang mengatakan kalau adanya Dokumen dari pemerintah Indonesia sedang menyiapkan lahan seluas 37 juta Ha untuk 20 tahun mendatang, keperluan industri. Mulai Awal Minggu ini, 29 November akan ada perundingan di Cancun, Mexico.Sedang yang diberitakan oleh Greenpeace adanya perbedaan data dan cara mengklasifikasi Hutan Lindung, Hutan gambut dan penghutanan kembali lahan hutan yang telah dirusak.
Dalam artikel tersebut telah mengutip pernyataan Greenpeace" bila Indonesia sedang mengklasifikasi sisa dari lahan hutannya dalam kategori areal hutan yang "degradasi". Sehingga bisa ditanami, dengan demikian bisa memperoleh dana bantuan penghijauan PBB.
Tetap dalam artikel tersebut yang mengatakan kalau adanya Dokumen dari pemerintah Indonesia sedang menyiapkan lahan seluas 37 juta Ha untuk 20 tahun mendatang, keperluan industri. Mulai Awal Minggu ini, 29 November akan ada perundingan di Cancun, Mexico.Sedang yang diberitakan oleh Greenpeace adanya perbedaan data dan cara mengklasifikasi Hutan Lindung, Hutan gambut dan penghutanan kembali lahan hutan yang telah dirusak.
Friday, August 20, 2010
Kucuran Dana dari Perjanjian Norway US $ 30 juta
Indonesia akan menerima kucuran dana sebesar US$ 30 juta, dari total keseluruhan US $ 1 milyar, sesuai dengan perjanjian pengelolaan hutan Indonesia. Tantangan baru untuk penduduk Indonesia dan penduduk dunia agar bisa menyelamatkan sisa-sisa hutan yang masih ada. Selain tantangan fisik, juga dana dari perjanjian Norway ditakutkan menjadi ajang lahan korupsi baru. Karena sejak 20 tahun dana reboisasi telah lenyap sebesar US $ 6 milyar.
Pemerintah belum juga memebritakan apakan dana tersebut sudah dibelanjakan sesuai dengan Protocol yang disepakati? Masih belum jelas langkah prinsip politik "lingkungan" yang seperti apa yang dipilih oleh pemerintah. Berhubung masih banyak simpang siur dimana pemerintah masih ingin membangun kemampuan untuk melipat gandakan areal lahan untuk perkebunan sawit.
Pemerintah belum juga memebritakan apakan dana tersebut sudah dibelanjakan sesuai dengan Protocol yang disepakati? Masih belum jelas langkah prinsip politik "lingkungan" yang seperti apa yang dipilih oleh pemerintah. Berhubung masih banyak simpang siur dimana pemerintah masih ingin membangun kemampuan untuk melipat gandakan areal lahan untuk perkebunan sawit.
Monday, July 19, 2010
Apple Bersusah Payah Meyakinkan iPhone 4 Antena
Disini tidak akan menguraikan masalah tehknis yang sedang ditunggu oleh 3 juta pengguna iPhone 4. Melainkan strategy komunikasi yang ditempuh oleh Apple untuk tetap memuaskan setiap pengguna iPhone 4, dimana dirutunkannya langsung Steve Jobs.
Thursday, April 1, 2010
STEVE JOB, APPLE MERUBAH PERDABAN BERKOMPUTER

Nampak dengan diluncurkannya iPad, sekali lagi Steve Job, pendiri Apple komputer akan merubah seluruh peradaban berkomputer. Bayangkan saja, tidak ada produk tekhnoogi modern sekaliber Apple, memperoleh eksposure di media berhari hari bahkan sejak Januari 2010 waktu diperkenalkannya produk terbaru iPad.
Minggu belakgangan ini, Steve Job ada diseluruh media di Amerika, Newsweek, Time, New York Times, Wall Street Journal belum lagi media elektronik. Mengapa iPad demikian menggemparkan? iPad ditulis dengan iPhone OS, tidak lagi seperti OS Leopard dan generasinya. Dia di tulis untuk iPhone dan iPod, "mobile computing". iPad menurut beberapa editorialist di US, adalah membuat kita terlupakan kalau kita memanipulasi sebuah komputer. Betapa mudah mengoperasikan, seperti kalau download, file gambar dia langsung mencari sendiri folder 'picture".
Waktu pertama kali saya menyentuh dan memiliki Apple II E di tahun 1980. Tidak lama kemudian perseteruan tehknologi dimulai dengan konsep berkomputer yang kita kenal hari ini PC. Sejak tahun itu saya masuk kedalam golongan orang-orang yang "loyal" dengan konspet berkomputer, karena waktu itu Apple bukan mengorganisasi file seperti di PC, melainkan menggunakan iconography, dengan symbol-symbol untuk memamnipulasi organisasi file. Hari ini pengikut PC harus befikir keras, karena produsen PC sudah tidak bisa membuat pembahruan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh dominasi Microsoft. Jumlah produsen juga meningkat, dimana profit margin PC makin menipis.
Ditahun 2000 kekayaan perusahaan Apple hanya US $ 5 milyar dimana saat ini bernilai US $ 170 milyar. Memiliki kekuatan cash ditangan sebesar US $ 34 milyar. Mereka akan bisa memperkuat home computing, menggeser Sonny dan yang lain-lainnya. Mengapa? Berhubung, mereka memiliki Operating System sendiri, pembuatan tehnologi mesin komputer, dan penjualan musik sendiri. Hal ini membuat kekuatan Apple menjadi "independent" untuk menyusun strategy tehnology dimasa mendatang. Mereka selalu kesulitan untuk mengelola pembuatan di China, terutama dengan isu "Human Right". Tahun lalu waktu Obama terpilih, ada yang membocorkan kalau Apple bisa membuat pabrik sendiri dengan super robotik. Dalam konteks industri "green". Segalanya akan lebih murah membuatnya. Hal ini sangat didukung oleh administrasi Obama.
Menurut Fortune Apple lebih cantik pertumbuhannya dari pada Wallmart yang sedikit dibawah Apple, nilai kapitalisasi pasar mencapai US$ 114 milyar, sedang Apple sudah mencapai US $ 170 milyar, dimana google bernilai US $ 134 milya.
Benarkah Apple akan merubah cara kita berkomputer. Lihat saja, waktu dia baru kembali mempini Apple di tahun 2000, setahun kemudian dia mengeluarkan iTune. Dalam sekejap seluruh perusahaan Musik di seluruh dunia akhirnya bangkrut. Di iringi dengan dikeluarkannya iPod di tahun 2002. Produk yang terjual telah mencapai ratusan juta didunia. Sekarang Apple coba merambaha dari home computing hingga mejual dan mendengarkan musik, sampai melaukan pekerjan-pekerjaan di komputer, hingga seluruh media cetak di Amerika sedang menyusun strategy untuk beraliansi dengan Apple agar bisa di terbikan di iPad. Semua telah memahami kalu industri media cetak di negara maju pelan-pelan mati suri dan bahkan beberapa sudah tutup.
Berapa banyak kemudahan atau transformasi yang bisa dilakukan melalui produk-produk Apple. Hampir 25 juta iPhone terjua didunia. Sekakrang diprediksi iPad akan bisa terjual hingga 7 juta biji. Dimana rata-rata harga sekitar US $400-$ 890. Mudah saja untuk membuat perkalian, Apple bisa memperoleh tambahan revenue dari iPad sendiri US $ 3,5 hingga US $ 5 milyar untuk tahun ini. Bagi mereka yang masih menggunakan PC, saatnya merenung. Atau menunggu hingga Microsoft mengeluarkan tehnologi yang lebih menyegarkan. Para pengikut Apple, sudah saatnya memkapitalisasi komputer yang dimiliki, bersiap siap untuk diganti yang lebih baru. Kalau di budaya Apple, terkenal dengan slogan "Think Different", mungkin ini yang mendasari aliran peradaban berkomputer Apple.
Apple
Fortune
Tuaw
Lukisan Kontemporer Masuk Louvre

Musse du Louvre
Seniman Cy Twombly, 77 tahun dengan gaya abstract expresionist memperoleh penghargaan untuk melukisi plafond ruang Perunggu.Gedung tersebut telah dibangun pada tahun 1550. Ada 1000 buah koleksi perunggu, perhiasan, mahkota yang terpajang disana. Bukan saat ini saja museum Louvre mempersembahkan karya seni kontemporaire, khusunya oleh seniman yang masih berkarya dan hidup. Pada tahun 2000, museum Louvre juga mendobrak diri dengan memajangkan Primitive Art, yang oleh mereka diberi istilah "Les Art Premier" (Seni Perdana). Untuk mengelak atas konotasi "primitive" yang mengesankan keterbelakangan.
Cy Twombly, pelukis kelahiran 1928, Lexington, Virginia, Amerika. Gaya goresan, grafiti urban coretan di kanfas besar pernah penyerap semua inspirasi di Roma di tahun 1959. Warna biru di plafon sangat monumental menyimbolkan era dan suasana "meditarenean".


Cy Twombly
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)